Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibu bekerja

Waktu yang tepat untuk mengambil cuti melahirkan

Gambar
19 September 2018, Usia kandungan 38 minggu. Saat ini saya sedang menikmati segelas kopi dan bubur kacang hijau di kantor. Tiba di kantor pukul 06.13 pagi tadi, berangkat dari rumah pukul 5.37 pagi. Benar-benar gak sempat sarapan, jadi bubur kacang hijau yang sudah dimasak sejak malam, dijadiin bekal buat pagi. Hari ini juga gak bawa bekal makan siang, karena kebetulan ada training di kantor (mikirnya pasti dapat makan, hahahaha..... I wish ya). Saya mau sharing sedikit mengenai waktu yang pas buat ambil cuti melahirkan. Bagi anda, 100% Full mommy at home, mungkin cuti melahirkan bukanlah salah satu pertimbangan penting. You get all the time you need, untuk mempersiapkan kelahiran si kecil even sampai lulus ASI EKSKLUSIF. So lucky. Seru kali ya kalau 100% menjadi Ibu Rumah Tangga. But, semua Ibu punya their own reason, kenapa memilih bekerja atau kenapa memilih jadi Ibu Rumah Tangga. Karena, jangan salah, memilih menjadi Ibu rumah tangga bukan hanya karena suami-suaminya ...

Mengejar atau Dikejar Waktu?

Gambar
"Kamu boleh terlambat tetapi waktu tidak" Dari sejak aku lahir waktu tidak pernah berubah. 1 menit ya 60 detik, 1 jam ya 60 menit, 1 jam ya 3600 detik, 1 hari ya 24 jam, 1 minggu ya 7 hari. Selalu seperti itu dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Rasanya waktu itu tetap saja kurang ya. Coba saja 1 hari ada 30 jam. atau 1 jam itu 70 menit. Hahahaha,,, tapi kalau waktu pengaturannya berubah, aktivitas dan kegiatanpun bisa berubah ya. Misalnya jam kerja yang efektifnya 8 jam jadi 12 jam karena 1 hari ada 30 jam. Bayangkan saja kalau kita terlambat 1 jam ke kelas dan dosennya adalah dosen killer sepanjang masa, apakah waktu juga akan telat? Tidak, kita bukan hanya kehilangan waktu 1 jam tapi kena amarah si dosen killer. Ngomong sih gampang ya, saya sendiri masih sering dikejar2 waktu. Apalagi pagi. Meskipun udah buat trik masak cepat dengan blender bawangan2 dan cabe2an di hari Minggu, potong2 sayur malamnya, tetap aja pagi buru2. Kalau s...

Proses Belajar Berjalan

Pernah gak sih kalian membandingkan perkembangan kemampuan anak dengan anak lain yang seusianya. Yup, saya adalah salah satunya. Kok anak saya belum mau makan nasi keras? Kok anak saya belum bisa jalan tanpa dipegang? Kok anak saya bisa bingung puting? Kok anak saya masih belum bisa nyebut mama? Kok anak saya masih Nenen? (hahaha, yang ini mah HARUS, yaiyalah namanya masih bayi). Akhirnya, saya dan suami kesayangan menanyakan perihal itu ke Ibu Dokter. MaJes          : Kok anak saya belum mau makan nasi keras? Ibu Dokter  : Tapi kalau bubur dimakan kan Mama? (kalau di RS*P, semua dokter anak memanggil para Ibu dengan Mama dan Para Bapak dengan Ayah) Majes          : Mau dok, doyan malah apalagi kalau dikasih sup sapi. Ibu Dokter   : Bagus kalau gitu Ma, malah kalau bubur; ikan, sayur dan nasinya bisa dijadikan satu. Jadi asupan gizinya dapat semua. === Jawabannya masuk akal, benar juga sih. Segala jenis ikan2a...

Jessica Teresa Avila Simamora

Huaaaaa......... Sudah lama sekali saya tidak menulis disini yak. Sibuk bahagia mengurus suami baik-baikku. Sibuk bahagia mengurus bayi kecilku. Sibuk bahagia menutup lubang-lubang di rumah tangga kecilku. Sibuk bahagia menjadi ibu sekaligus kakak yang cerewet di rumah. Sibuk bahagia memasak makanan buat si anak kecil. Kenapa ada bahagianya? Gak tahu deh kenapa. Even, lebih bahagia daripada ketika Jeci masih belum dititipkan di perut mama Jeci. Mungkin karena semua demi JESSICA TERESA AVILA SIMAMORA (kata suamiku, bagianku hanya melahirkan saja. Pemilihan nama adalah urusannya). Masih aja ada yang memperdebatkan mana yang lebih baik, jadi ibu rumah tangga  atau ibu bekerja ? Kadang perdebatannya sesuai logika, bisa dinalar, dengan kata-kata semanis madu tapi tak jarang tuding menuding menjadi ekstrim. Setiap pilihan pasti ada sisi negatif dan positifnya. Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri rasa bersalah selalu hadir di lubuk hatiku. Hiks, hiks... Sekarang saya ...