Sebelum aku bekerja di perusahaan sekarang, Aku bekerja sebagai QA/QC di Plaza Summarecon Serpong yang beralamat di Jl. Boulevard Raya, Gading Serpong Tangerang, Banten Kerjaannya sih gak ribet, tetapi karena ini pertama kalinya Aku kerja jadi perlu adaptasi beberapa hal. Untungnya orang-orangya enjoy banget. Jadi paling tidak Aku nemuin teman buat ngobrol, makan siang sekaligus nanya2 kalo Aku gak ngerti. Makasih Kak Devita dan Mas Panjul yang sudah sering Aku buat repot dan Manajer ku pak Auwdy yang baik ( Makasih Pak) Semuanya berawal dari kegagalan Aku ikut ujian PLN Bright Batam. Aku gagal di tahap wawancara, sedih banget rasanya (karena itu kali pertama Aku ikutan test ujian masuk kerja setelah tamat kuliah dari Sipil USU). Kemudian malamnya Aku dapat sms dari PT. Prima Layanan Nasional Enjiniring, tempat Aku ...
Postinganku terakhir tanggal 18 September 2018, mengenai waktu yang tepat membuat cuti. Memang rencana Tuhan itu gak ada yg tahu ya. Waktu itu sekitar tanggal 17 atau 18 September, kami dapat berita dari Medan kalau Opung bpk Jessica sakit keras, diminta untuk menyiapkan hati dan diri jika sesuatu hal terjadi. 19 September 2018, Opung berpulang ke rumah Bapa di Sorga, kami diminta untuk hadir karena opung sudah saur matua sehingga akan diadakan pesta batak yg cukup besar. Tentu saja aku tidak bisa hadir, karena usia kandungan sudah memasuki 39 minggu. Akhirnya, tiket dipesan untuk pak Jessica dan bou Jessica untuk hari Sabtu tanggal 22 September 2018 s/d 25 September 2018. Ntah kenapa meskipun berangkat masih hari Sabtu, Rabu malam aku mulai packing segala kebutuhan pakjes di Siborong borong nanti, mulai dari jas, kemeja, pakaian ganti, perlengkapan mandi bahkan sepatu dan sandal. Pakjes sudah bolak balik menyuruh nanti2 aja karena berangkatnya masih lama. 20 September 2018, H...
First step,,,, It just need only 1 day more from the day I write this blog. On 3rd July, I will be your fiance. (smile happy and relieved) Actually, in batakness, there is no fiance thing. We call it Martumpol or Marhatasinamot. A little sad, My wedding step is different with generally step to wedding for batakness people. Why?? Because I will marry a catholic man. In catholic, there is no martumpol thing. But, my father insist to make a simple ceremony in woman party. Because,both of them, I mean my father and mother dream their only daughter to through that tradition like all batakness daughter. The second point is, In batak, if there is no martumpol or marhatasinamot before marriage, it elope in Bahasa"Kawin Lari". ILLEGAL. so strange actually, but it is tradition. We have our own step before marriage. There is many steps (I have written in my blog) but we just through some. The time is 17.51. I have to go now. Many things to be prepared. Wish me luck...
Komentar
Posting Komentar